Archive for April, 2006

I WiLL SurViVE…

Thursday, April 6th, 2006

Jakarta dimalam hari….

Dengan segenap sisa sisa semangat yg kumiliki ku coba untuk bangkit kembali dari keterpurukanku. Kubangun kembali kepercayaan diriku untuk melanjutkan hidupku. Ku tata puing puing hati yg telah hancur berserakan. Ya Allah….Jika sudah tidak lagi kekuatan dalam diriku ini, sudah pasti ku telah mengakhiri hidupku sendiri. Sayangi aku Ya Allah…karena beban hidup yg teramat berat dan pahit untuk ku tanggung sendiri. Hatiku ini sering menangis karena rentetan hidup yg teramat berliku yg kualami di dunia ini. Aku adalah manusia yg bernafas demi meneruskan sisa kehidupan dan hanya menunggu saat saat yg terindah dlm hidupku namun semuanya belum kudapatkan. Aku benar benar telah kehilangan dia tapi aku  bersyukur pernah menjalani waktu waktu itu bersama semangat darinya. Setiap saat memberi aku kekuatan …menjadi pendorong bila aku memerlukan..menjadi penasehat tatkala aku alpa dan sebaliknya….Tapi kini aku telah benar benar kehilangan dirinya…..ya Tuhan…Jika dia memang milikku…dekatlah dia padaku Dan jika dia bukan milikku maka jauhkanlah kami dari perasaan benci dan dendam.

Setiap hari aku belajar melupakan dia. Aku tak mau terus menerus meratapi kepergiannya. Kucoba meyakinkan diriku sendiri kalau inilah yg terbaik untuk kehidupanku dan untuk kebaikan kami berdua. Mungkin hadirnya hanya sekedar ujian untuk menguji sejauh mana teguhnya hati yg kumiliki. Kusangat Yakin kepadaMu Ya Tuhan….

Buatmu yg jauh disana….Kuakui aku sangat sulit untuk melupakanmu. Tapi akan kucoba untuk melewati hari hariku tanpa nama dan ingatanku padamu. Kusadari aku belum bisa mampu berdiri melawan waktu….aku  biarkan terus kau bertahta di hatiku sekalipun aku sangat menyadari bahwa aku salah karena telah merindukan milik orang lain. Tapi akan ku coba terus menyusun langkah kakiku tanpa mau melihat bayang dirimu…tak lagi mau mendengarkan bisikan suaramu walau kutahu aku akan tersiksa. Demi untuk melihatmu bahagia aku rela pergi sejauh mungkin untuk melupakanmu. Dan ku harap saat ku tidak ada lagi disampingmu kau akan menyadari bagaimana perasaanku kepadamu.

Akhirnya aku harus ikhlas menerima semua kenyataan ini, akan ku teruskan perjuanganku melewati waktu walau tanpa kau disampingku. Aku tidak boleh lemah, aku harus kuat, tegar dan tidak boleh mengalah dengan waktu karena di luar sana jalan masih terbentang luas. Mungkin semua ini yg mengajarkanku untuk lebih dewasa.

Ya Allah…..Aku hanya manusia biasa yg tak pernah luput dari salah dan khilaf. Aku lupa bahwa Kaulah pemilik alam fana ini. Kau bisa memberi dan mengambilnya kembali. Sedang aku terus lupa untuk memanjatkan syukur.Tapi aku yakin Engkau tidak akan memberikan smua ujian ini tanpa aku bisa melewatinya. Aku pasrah dan ikhlas karena Engkaulah perancang hidupku hari ini, esok hingga nafasku yang terakhir.

Aku harus bisa…!!!

Pulomas, 06 April 06