Archive for March, 2006

Antara Rawamangun, Salemba Dan Depok…(JauH Ya)

Monday, March 20th, 2006

Dini hari pukul 04.23 saat ini. Kumasih berkutat dengan komputer dan seabreg situs situs yg membosankan. Tidak lama lagi adzan subuh dikumandangkan tp sampai saat ini mataku masih belum mau untuk dipejamkan. Ditemani oleh winamp yg selalu memutarkan lagu lagu kesukaanku yg makin membuatku nelangsa. Akh…..tak terasa sudah 2 minggu ku berada di kota ini. Jakarta yg terkenal dengan kemacetannya kian menjadi akrab di keseharianku. Semua urusanku telah ku selesaikan dan bahkan hampir beres semuanya. Namun ada satu hal yg belum ku temukan dan kulakukan sampai saat ini. Bertemu denganmu mungkin adalah suatu keajaiban buatku. Setiap saat ku selalu berusaha untuk online di YM ataupun IRC tapi tak sekalipun ada balasan darimu. Mungkin ku terlalu naif untuk mengakui klo aku masih berharap bertemu denganmu. Tapi perasaan itu selalu ku kontrol agar harapan harapan kosong itu ku buang jauh jauh. Ku sangat lelah untuk menemukan dirimu kembali, walau hati kecilku masih menginginkan pertemuan itu. Kubuang jauh jauh semua harapan itu. Kubulatkan smua keputusanku agar menjauhi dirimu. Karena ku tak sanggup hidup dalam kepura puraan. Aku tidak setegar yg kau fikirkan untuk siap menemani dan menunggumu dengan resiko harus kecewa sekalipun. Aku tidak kuat lagi mendengar celoteh teman temanku ttg dirimu yg tidak pernah mau tahu keadaanku saat ini. Bahkan untuk mengingat namamu saja perasaan yg tak menentu itu semakin berkecamuk. Sakit memang tapi smua ini resiko buatku. Pengen marah tapi tidak tahu kepada siapa ku tumpahkan kekesalanku, pengen menangis tetapi air mataku sudah habis terkuras sejak dulu. Sejak tadi ku berusaha untuk tidur tapi ku hanya gelisah, bolak balik kamar tanpa tahu harus berbuat apa malam ini. Kuakui dulu saat bersamamu ku bisa bergurau, tersenyum , tertawa bahkan menangis sekalipun. Kau tempatku  berkeluh kesah, tempatku menumpahkan kekesalanku saat ku merasa tertekan, tempatku bercerita, mengadu dan masih banyak lagi. Tapi semua itu hilang sejak kepergianmu beberapa bulan yg lalu. Entah berawal darimana sampai komunikasi antara kita terputus. Saat itu kumasih bersabar ntuk menanti kabarmu, tapi kesabaranku ada batasnya. Tidak mungkin ku harus terus terusan begini. Tidak ada kabar berita sedikitpun yg kudapatkan melainkan hanya praduga yg semakin membuatku tersakiti. Ku harus melupakanmu……melupakan smua yang pernah kita lewati bersama. Bahkan rela ku tinggalkan smuanya hanya untuk melupakanmu. Pergi sejauh jauhnya dari smua yg mengingatkanku tentangmu. dan harus mengikhlaskan semuanya…..

Mr E…..terima kasih untuk semua yg pernah ada dan yg pernah kita jalani bersama. Terima kasih untuk semua perhatian untuk seorang Ira yang mungkin tidak mempunyai arti lebih dimatamu. Kau yg pernah membuatku untuk tersenyum lagi, yang pernah mengajari ku untuk membuka hatiku untukmu saat ku tertatih melawan hidup kala itu namun kau pula yg telah menghancurkan smuanya. Tapi bagaimanapun dirimu kaulah yg pernah memberi arti bahagia itu. Satu hal yang tak pernah kau ajarkan kepadaku untuk tidak menangis saat ku dikecewakan olehmu. Karena saat ini ku tengah menangisi kepergianmu. Akhirnya………..kuharus menutup semua lembaran lembaran ini. Selamat tinggal Mr E…kuakan belajar menata kembali reruntuhan dan puing dalam hatiku. Bagiku tiada yang lebih indah tanpamu. Kuharus belajar untuk melupakanmu atau mungkin suatu saat nanti ku akan kembali menjemput hatiku, aku tak tahu….tapi entah kapan semua itu akan terjadi…..???????? Hanya Tuhan dan kau yg mengetahuinya…..hehehehe……

Adzan subuh menyadarkanku dari semua aktifitas yg kulakukan, saatnya ku harus  bersujud kepadaNYA………………..

Yah antara UI depok dan salemba…..!!!!!!!!